Kamis, 29 Januari 2015

Proses pembuatan Kaleng dari Baja

TUGAS
TEKNOLOGI BESI BAJA
Disusun oleh :
Shafina Istiqomah       (3335110629)

1.      Pembuatan Baja
Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap, yaitu : dibersihkan, dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehingga partikel besi dapat dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit dan dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm. Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat, sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat. Setelah proses awal dilakukan, maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Dapur tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperatur tinggi. Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan baku, yaitu bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses (disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Batu kapur berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan.
Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC. Cairan besi dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi kasar, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja. Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi, kemudian diproses lanjut untuk dijadikan berbagai jenis baja. Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja :
a.       Proses Konvertor
Terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap kesamping. Sistem kerja : Dipanaskan dengan kokas sampai ± 15000C, Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. (± 1/8 dari volume konvertor), setelah itu kembali ditegakkan. Udara dengan tekanan 1,5 – 2 atm dihembuskan dari kompresor. Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya
b.      Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer)
Proses Bessemer adalah proses untuk produksi massa baja dari cair pig iron. Proses ini dinamai penemunya, Henry Bessemer , yang mengeluarkan paten pada tahun 1855. Prinsip utama adalah menghilangkan kotoran dari besi dengan oksidasi dengan udara yang ditiup melalui besi cair. Oksidasi juga meningkatkan suhu massa besi dan menyimpannya cair. 

SEDIAAN ANTIACNE BERBAHAN AKTIF NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK KULIT MANGGIS

Disusun oleh : Alif, Shafina, Vivi
 BAB I
PENDAHULUAN

Pemeliharaan kesehatan dan kecantikan tentunya tidak akan terlepas dari produk – produk farmasi dan kesehatan, khususnya kosmetik yang sedang tren back to nature. Oleh karena itu penggunaan bahan baku natural untuk kosmetik akan menjadi pilihan utama dimasa depan, karena khasiat dan faktor keamanannya. Beruntung Indonesia dianugrahi beranekaragam sumber daya hayati darat dan laut yang terbesar di dunia serta ribuan etnis suku bangsa yang kaya akan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal di bidang pemanfaatan tanaman sebagai sumber obat dan kosmetik (Rismana, dkk, 2014).
 Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit yang umum diderita manusia dan umumnya dapat diobati menggunakan sediaan antiacne dengan bahan aktif berupa senyawa antibiotika. Sebagai alternatif sediaan untuk mengatasi masalah antiacne dan efek negatif resistensi senyawa antibiotika maka telah dibuat suatu sediaan antiacne berbahan aktif nanopartikel kitosan-ekstrak garcinia mangostana.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Kosmetik dan Jerawat

Sehat dalam arti luas adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial. Kulit sehat berarti kulit yang tidak menderita suatu penyakit, baik penyakit yang mengenai kulit secara langsung ataupun penyakit dalam tubuh yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan kulitnya. Penampilan kulit sehat dapat dilihat dari struktur fisik kulit berupa warna, kelenturan, tebal dan tekstur kulit. Berbagai faktor yang mempengaruhi penampilan kulit sehat, misalnya umur, ras, iklim, sinar matahari serta kehamilan. Kosmetik telah menjadi bagian kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Kosmetik berasal dari kata Yunani “kosmein” artinya berhias. Kosmetik digunakan secara luas baik untuk kecantikan maupun untuk kesehatan. Masyarakat di zaman Mesir Kuno sudah memanfaatkan merkuri pada abad ke 18. Seiring berjalannya waktu, pemakaian kosmetik bertambah yaitu untuk mempercantik diri, mengubah rupa, menutupi kekurangan dan menambah daya tarik dengan keharuman kulit. Sesuai dengan perkembangan zaman, bentuk kosmetik semakin praktis dan mudah digunakan. Bahan yang dipakai dalam kosmetik, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat disekitarnya, tetapi sekarang kosmetik dibuat manusia tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan sintetik untuk maksud meningkatkan kecantikan. Keinginan manusia untuk menjadi cantik ataupun tampan adalah faktor utama yang mendorong manusia menggunakan kosmetik (Polii, dkk).

Minggu, 06 Juli 2014

Just Hold my Hand

terakhir kali, hampir ada seseorang yang mampu membuka pintu ini. tapi kenyataannya, pintu ini tetap tak bisa terbuka..
dan sekarang, setelah 5 tahun berlalu.. pintu ini terbuka dengan sendirinya. terbuka untuk seseorang disana yang begitu dekat, namun terasa jauh adanya. 
mengapa terasa jauh padahal ia berada didekatku, yang bahkan tak lebih dari 1 km jarak kita berdua ?
hai dirimu disana, apa yang sedang kau lakukan ? apa yang sedang kau pikirkan ?
maukah kau untuk berpaling padaku walau hanya sekejap ?
berpaling dan melupakan segala keluh kesahmu..
dan berpaling dari kesedihanmu..
maukah kau ?