Indonesia
merupakan salah satu Negara dengan populasi penduduk yang banyak sekitar 238.5 juta jiwa
(berdasarkan data statistik Indonesia tahun 2010), yang dibuktikan dengan
semakin meningkatnya jumlah angka kelahiran yang menyebabkan jumlah populasi
penduduk bertambah setiap tahunnya. Angka kelahiran yang bertambah membuat
kebutuhan sehari-hari masyarakat pun meningkat. Kebutuhan pangan, papan,
sandang dan kesehatan menjadi dasar kebutuhan setiap orang. Jumlah bayi yang lahir
setiap detiknya menjadi pemicu lahirnya industri penyerap kandungan urin
(popok) berbahan dasar hidrogel superabsorben.
Hidrogel
superabsorbent (HSA) adalah suatu istilah yang mencakup jenis polimer yang
mempunyai kemampuan mengabsorpsi air ratusan kali berat keringnya. Hidrogel
superabsorbent memiliki sifat hidrofilik yaitu kemampuan suatu bahan untuk
menyerap air, potensi ini dapat membuat hidrogel superabsorbent menjadi salah
satu material yang dapat digunakan sebagai bahan penyerap urin, penyimpan air
didaerah pertanian yang kering, salju buatan dan sebagai sumber air cadangan
pada tanaman hortikultura.
Hidrogel
superabsorbent yang sering digunakan sebagai bahan dasar penyerap kandungan
urin berasal dari bahan-bahan sintetis. Bahan sintetik ini memiliki keuntungan
yaitu masa pakai yang lebih lama, kapasitas absorpsi terhadap air dan kekuatan
gel yang tinggi, namun dengan penggunaan bahan sintetik secara kontinu dapat
menyebabkan iritasi, alergi, dan ruam-ruam merah pada kulit bayi. Bahan polimer
alami pengganti bahan sintetik pembentuk hidrogel dapat dijadikan solusi aman sebagai
bahan dasar penyerap urin untuk bayi yang memiliki kulit sensitif.
Kemajuan
dalam penelitian tentang pembuatan hidrogel superabsorbent berbahan dasar
polimer alami semakin berkembang dalam dekade terakhir ini, salah satunya
adalah penelitian pada tahun 2012, tentang sintesis hidrogel superabsorbent dari poli (akrilamida-ko-asam akrilat)-pati
dengan radiasi sinar gamma oleh Erizal. Pati inilah yang berfungsi sebagai
polimer alami untuk meningkatkan rasio swelling
pada hidrogel karena sifatnya yang hidrofilik. Sedangkan pada tahun 2010,
Erizal,dkk pun telah melakukan penelitian yang sama, dengan penambahan polimer
alami yang berbeda yaitu kitosan. Kitosan dalam penelitian ini dimaksudkan
untuk meningkatkan kemampuan hidrogel dalam mengadsoprsi ion logam Cu2+.
Berdasarkan
teori, Pati merupakan karbohidrat kompleks
yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau,
sedangkan Kitosan merupakan produk alami turunan dari
kitin, yang bersifat kationik, nontoksik, biodegradable, dan
biokampatibel. Kitosan memiliki gugus amino (NH2) yang relative
lebih banyak dibandingkan kitin sehingga lebih nukleofilik dan bersifat basa. Kitosan
ini berfungsi sebagai bahan antibakteri yang memberikan sifat antibakteri pada
popok bayi sehingga bakteri-bakteri yang ada pada popok bayi yang disebabkan
oleh penumpukan urin dapat diikat oleh kitosan.
Pati
dan kitosan dapat dijadikan sebagai bahan polimer alami pembentuk hidrogel
superabsorbent. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan sintetik
pada bahan penyerap urin. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan
tersebut, dengan mengembangkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh
Erizal (2010,2012).
halo kak, saya dari teknik kimia juga. boleh minta laporan TAnya tidak ? untuk referensi tugas Pemilihan Proses. terimaksih
BalasHapusIzin kopas ya kak, makasih ini sangat membantu saya dalam proposal saya. Saya juga anak kimia .Makasih kakak.😊
BalasHapus