Biofuel adalah
cairan yang berasal dari biomassa, terutama dari bahan nabati. Bentuk biofuel
yang paling populer adalah biodiesel dan bioetanol. Banyak orang melihat
biofuel sebagai pengganti sempurna untuk bahan bakar fosil, karena biofuel
lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil. Biofuel baru-baru ini
mendapatkan popularitas di berbagai belahan dunia. Ada tiga generasi biofuel:
biofuel generasi pertama (terbuat dari gula, tepung, minyak makan, atau lemak
hewan), biofuel generasi kedua (terbuat dari non-tanaman pangan), dan biofuel
generasi ketiga (terbuat dari ganggang).
Sabtu, 03 Mei 2014
Hidrogel
Dalam zaman yang serba modern ini, berbagai macam polimer sudah
bukan hal yang asing bagi kehidupan manusia. Bahkan hampir mendominasi
kebutuhan dari setiap individu. Contohnya botol, plastic, bungkus makanan, jas
hujan, komponen otomotif, sheet film, salju buatan, gallon, Tupperware, lensa
kontak, popok bayi, pembalut wanita bahkan media tanam pengganti tanah dan
masih banyak lagi contoh-contoh dari polimer. Salah satu polimer terapan yaitu
Super absorbent Polimer. Super absorben polimer (SAP) adalah jaringan rantai
polimer tiga dimensi dengan ikatan silang ringan yang membawa dissosiasi gugus
fungsi ionik seperti asam karboksilat, karbokamida, hidroksil, amina, amida,
dan gugus lainnya. Sedangkan Hidrogel super absorben merupakan jaringan
hidrofilik dengan kapasitas penyerapan terhadap air yang tinggi. SAP hidrogel ini memiliki
sifat dasar dapat menyerap fluida lebih dari 15 kali berat keringnya sendiri,
bisa membengkak (swelling) karena meningkatnya entropi jaringan polimer
dan fluida yang telah diserap sukar untuk lepas dan hidrogel tersebut tidak
larut oleh solvasi molekul-molekul air melalui ikatan hidrogen karena adanya
gugus ionik alami dan struktur yang saling bersambungan (interconnected).
Hidrogel berbentuk Kristal-kristal kecil, yang tampak seperti butiran – butiran
kecil kwarsa sebelum jenuh dengan air, dan akan mirip cabikan jeli jernih bila
sudah menyerap air. (Ma et al. ,2012)
Gambar 1. Hydrogel
Keramik Putih
(TUGAS TEKNOLOGI BAHAN)
Disusun oleh :
Alifatul Muyassaroh (3335110099)
Muhammad Rizky Fadhilah (3335111119)
Shafina Istiqomah (3335110629)
1.
Keramik
Keramik
adalah bahan padat non organik yang merupakan campuran metal dan non metal yang
terikat secara ionik dan kovalen. Keramik memiliki struktur organik dan non
organik seperti gelas tetapi kebanyakan memiliki struktur kristal. Struktur
mikro keramik selalu kompleks dan dibedakan oleh adanya batas butir (grain
boundaries), renik (pores), ketidakmurnian dan kondisi multifasa yang
membuatnya lebih bervariasi. Pada daerah batas butir energi bertambah sehingga
ketidakmurnian cenderung berkumpul di sana. Ketidakmurnian merupakan fasa kedua
dan ketiga, antara partikel penyusun (konstituen) ke dalam batas butir. Dengan
adanya penambahan ketidakmurnian dan zat aditif lainnya, mikrostruktur dapat
berubah, jika diamati pada batas butirnya maupun porositasnya. Kondisi
mikrostruktur ini menggambarkan keadaan terhadap sifat fisis dan kimia dari
keramik.
DARI PADI MENJADI MAKANAN POKOK
Padi merupakan tanaman yang paling
penting di negeri kita Indonesia ini. Betapa tidak karena makanan pokok di
Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi.
Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia
lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Padi merupakan
tanaman berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari dua benua
yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan
bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM.
Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar
100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh
Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam. Hama yang banyak menyerang tanaman ini
adalah tikus, orong-orong, kepinding tanah (lembing batu), walang sangit dan
wereng coklat. Hama-hama itulah yang sering menyebabkan
padi gagal panen dan tentunya membuat petani merugi.
Iodometri
Dalam menganalisa
suatu senyawa dalam hal ini adalah obat dapat digunakan analisis secara kuantitatif (penetapan
banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel) dan analisis secara kualitatif
(identifikasi zat-zat dalam suatu sampel). Intinya tujuan analisis secara
kualitatif adalah memisahkan serta mengidentifikasi sejumlah unsur (Day &
Underwood, 1981).
Diantara sekian
banyak contoh teknik atau cara dalam analisis kuantitatif terdapat dua cara
melakukan analisis dengan menggunakan senyawa pereduksi iodium yaitu secara
langsung dan tidak langsung. Cara langsung disebut iodimetri (digunakan larutan
iodium untuk mengoksidasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara
kuantitatif pada titik ekivalennya). Namun, metode iodimetri ini jarang
dilakukan mengingat iodium sendiri merupakan oksidator yang lemah. Sedangkan
cara tidak langsung disebut iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian
direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang
selanjutnya iodium dibebaskan secara kuantitatif dan dititrasi dengan larutan
natrium thiosilfat standar atau asam arsenit) (Bassett, 1994).
Ayah...
Langganan:
Postingan (Atom)


