Jumat, 30 Januari 2015

2 desember 2014

Assalamu’alaikum..
Bagi seluruh mahasiswa dimanapun mereka berada, tugas akhir atau yang biasa kalian sebut dengan skripsweet (aka.skripsi) adalah syarat wajib supaya bisa lulus dari universitas.. Tugas akhir ini biasanya berupa penelitian gitu. Mungkin mereka diluar sana yang Bukan mahasiswa Teknik Kimia, menganggap skripsi inilah proses akhir sebelum lulus.. Tapi, untuk mahasiswa Teknik Kimia, It’s not the last guys..
Mahasiswa lulusan Teknik kimia tidak hanya diharapkan baik dalam penelitian, tapi 1 hal yang lumrah dan wajib dikerjakan sebagai tugas akhir itu adalah Manufacture design.
Nah, buat kalian yang belum tau Manufacture design itu apa, aku jelasin sedikit yaa..
kita sbg mahasiswa teknik kimia diharuskan untuk bisa membuat rancangan dari suatu pabrik, dimulai dari pemilihan pabrik apa, kapasitas, proses, teknologi, bahan baku, produk, alat, manajemen industri dan juga analisa ekonomi. Semua ilmu di teknik kimia pasti pasti dan Pasti kepake deh buat nyelesain nih tugas.. jadi, itulah sense of engineering dari seorang Chemical Engineer-nya.. hahaha
Well, sekarang aku ga akan bahas tentang rancangan pabrik dulu. Balik lagi ke tanggal 2 desember.. (haha, intro nya kepanjangan yak..)

Kamis, 29 Januari 2015

SMOOTHIE YOGHURT MANGGA

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA II

Disusun Oleh :
Alethea Royan
Alifatul Muyassaroh 
Amalia Sabrina
Andi Marihot Tua S
Diah Tri Fitria 
Ika Widya Ningrum 
Mayria Eka Putri 
Shafina Istiqomah 
Vivi Kurniawati 

1.      TEORI DASAR
Yoghurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri asam laktat (BAL). yoghurt biasanya dibuat dengan menggunakan dua jenis BAL, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii ssp bulgaricus sebagai starter. Selain itu, ada juga yoghurt yang ditambahkan BAL yang bersifat probiotik, misalnya Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei dan Bifidobacterium. Bakteri probiotik bisa hidup dan melakukan proses metabolism didalam usus, sedangkan Lactobacillus delbrueckii ssp bulgaricus tidak bisa hidup dalam saluran pencernaan. Kultur dari bakteri ini dapat memecah laktosa sehingga individu yang menderita Lactose Intolerant dapat menikmati yoghurt tanpa efek buruk.
Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu  menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang unik dan khas pada yoghurt. Hal itu akan meningkatkan keasaman sehingga menyebabkan protein susu menyusut menjadi massa yang padat dan kental. Peningkatan keasaman (pH 4-5) juga mencegah proliferasi (perbanyakan sel) dari bakteri pathogen lainnya. Yoghurt mempunyai keistimewaan bila dikonsumsi, diantaranya mudah dicerna dan dapat mencegah bakteri pathogen dalam usus oleh hasil metabolism starter bakteri yang terkandung dalam yoghurt.
Selain itu, yoghurt adalah ssuatu olahan bahan minuman sus yang berguna bagi tubuh manusia yang mengandung protein, lactose, dan asam laktat yang tinggi sehingga dapat mencegah diare,mual, sakit maag, menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh, mencegah esteoporosis,kanker dan jantung koroner, menghilangkan bau mulut, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta sumber karbohidrat,protein, multivitamin, dan nutrisi lain yang mudah dicerna.

Tugas Evaporasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1         Evaporasi
Perpindahan kalor ke zat cair mendidih yang biasanya ditangani sebagai suatu operasi tersendiri disebut evaporasi atau penguapan. Dalam perubahan fase ini diperlukan panas. Tujuan evaporasi ialah untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsetrasinya lebih besar.
Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi berbeda pula dari destilasi, karena disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun uap itu merupakan campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisah-misahkannya menjadi fraksi-fraksi. Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini adalah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal.
Panas yang diperlukan untuk penguapan diberikan dengan menggunakan uap jenuh yang diperoleh dari ketel uap. Uap jenuh mengembun mengeluarkan panas pengembunan. Panas pengembunan inilah yang digunakan untuk memanaskan dan menguapkan air.
2.2     Faktor-faktor Evaporasi
Sifat fisik dan sifat kimia dari suatu solute yang akan dipekatkan dan uap yang akan dipindahkan memiliki efek yang besar pada tipe evaporator yang akan digunakan dan juga pada tekanan dan temperatur proses. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses evaporator adalah :