Selasa, 25 Maret 2014

Latar Belakang Tugas Akhir Shaf_fida

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan populasi penduduk yang banyak sekitar 238.5 juta jiwa (berdasarkan data statistik Indonesia tahun 2010), yang dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah angka kelahiran yang menyebabkan jumlah populasi penduduk bertambah setiap tahunnya. Angka kelahiran yang bertambah membuat kebutuhan sehari-hari masyarakat pun meningkat. Kebutuhan pangan, papan, sandang dan kesehatan menjadi dasar kebutuhan setiap orang. Jumlah bayi yang lahir setiap detiknya menjadi pemicu lahirnya industri penyerap kandungan urin (popok) berbahan dasar hidrogel superabsorben.
Hidrogel superabsorbent (HSA) adalah suatu istilah yang mencakup jenis polimer yang mempunyai kemampuan mengabsorpsi air ratusan kali berat keringnya. Hidrogel superabsorbent memiliki sifat hidrofilik yaitu kemampuan suatu bahan untuk menyerap air, potensi ini dapat membuat hidrogel superabsorbent menjadi salah satu material yang dapat digunakan sebagai bahan penyerap urin, penyimpan air didaerah pertanian yang kering, salju buatan dan sebagai sumber air cadangan pada tanaman hortikultura.
Hidrogel superabsorbent yang sering digunakan sebagai bahan dasar penyerap kandungan urin berasal dari bahan-bahan sintetis. Bahan sintetik ini memiliki keuntungan yaitu masa pakai yang lebih lama, kapasitas absorpsi terhadap air dan kekuatan gel yang tinggi, namun dengan penggunaan bahan sintetik secara kontinu dapat menyebabkan iritasi, alergi, dan ruam-ruam merah pada kulit bayi. Bahan polimer alami pengganti bahan sintetik pembentuk hidrogel dapat dijadikan solusi aman sebagai bahan dasar penyerap urin untuk bayi yang memiliki kulit sensitif.
Kemajuan dalam penelitian tentang pembuatan hidrogel superabsorbent berbahan dasar polimer alami semakin berkembang dalam dekade terakhir ini, salah satunya adalah penelitian pada tahun 2012, tentang sintesis hidrogel superabsorbent dari poli (akrilamida-ko-asam akrilat)-pati dengan radiasi sinar gamma oleh Erizal. Pati inilah yang berfungsi sebagai polimer alami untuk meningkatkan rasio swelling pada hidrogel karena sifatnya yang hidrofilik. Sedangkan pada tahun 2010, Erizal,dkk pun telah melakukan penelitian yang sama, dengan penambahan polimer alami yang berbeda yaitu kitosan. Kitosan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan hidrogel dalam mengadsoprsi ion logam Cu2+.
Berdasarkan teori, Pati merupakan karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau, sedangkan Kitosan merupakan produk alami turunan dari kitin, yang bersifat kationik, nontoksik, biodegradable, dan biokampatibel. Kitosan memiliki gugus amino (NH2) yang relative lebih banyak dibandingkan kitin sehingga lebih nukleofilik dan bersifat basa. Kitosan ini berfungsi sebagai bahan antibakteri yang memberikan sifat antibakteri pada popok bayi sehingga bakteri-bakteri yang ada pada popok bayi yang disebabkan oleh penumpukan urin dapat diikat oleh kitosan.

Pati dan kitosan dapat dijadikan sebagai bahan polimer alami pembentuk hidrogel superabsorbent. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan sintetik pada bahan penyerap urin. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan mengembangkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Erizal (2010,2012).

2 komentar:

  1. halo kak, saya dari teknik kimia juga. boleh minta laporan TAnya tidak ? untuk referensi tugas Pemilihan Proses. terimaksih

    BalasHapus
  2. Izin kopas ya kak, makasih ini sangat membantu saya dalam proposal saya. Saya juga anak kimia .Makasih kakak.😊

    BalasHapus