Kupandangi
langit yang penuh dengan bintang gemintang
Betapa
indahnya menghiasi malam gelap gulita
Mengingatkanku
akan arti persahabatan
Yang
penuh dengan mimpi dan kenangan
Aku
tahu tiada yang kekal didunia ini
Setiap
pertemuan pasti akan ada perpisahan
Tali
persahabatn yang erat memperkuat
Ukhuwah
islamiyah diantara kita
Seiring
waktu berjalan, keceriaan, kesedihan,
Kita
selalu bersama
Sifat
dan watak yang berbeda-beda
Menghiasi
persahabatan kita
Pahit
getirnya perjuangan
Menjadikan
diri yang mandiri nan kokoh
Mungkinkah
kita kan slalu bersama
Walau
terbentang jarak antara kita
Kuingin
bersamamu kawan
Mungkinkah
persahabatn ini akan tetap bersinar
Bak
mentari pagi yang indah
Wahai
sahabat, Marilah kita..
Berjalan
seiring pembangunan diri
Menuju
pribadi yang mandiri
Menggapai
ridho Illahi
Nb : puisi diatas, pernah dibawakan saat agenda puncak kita sebagai Santri Daar El Falaah, yaitu Panggung Gembira 608. puisi yang membuat kita menitikkan air mata diatas panggung.. puisi yang menemani kesedihan kita selama acara berlangsung. We've done our best. dan ini puisi aku untuk Kita.
"teruntuk sahabat seperjuanganku
RECTFOR 608.
aku disini hanya bisa mengulang kembali ingatan di masa-masa itu.
ingatan yang penuh dengan canda dan tawa,
kadang terselimuti dengan tangis dan duka.
yang saat ini,
hanya terisi dengan gejolak kerinduan di dada,
hanya terisi dengan penuh memori keindahan di kepala.
aku sadar, sudah berjuta-juta detik kita lalui hidup bersama.
satu atap bersama.
senasib sepenanggungan.
dan sudah pasti, banyaknya kenangan yang telah kita lalui.
aku bahagia mengenal kalian, sahabat.
aku bahagia bersama kalian, sahabat
kelak, mari kita beritakan kenangan ini pada anak cucu kita.
agar mereka tahu,
betapa bahagianya kita saat itu,
betapa beruntungnya kita saat itu,
mempunyai sahabat seperti Rectfor
aku merindukan kalian, para sahabatku"
| Foto bersama setelah Apel Tahunan |
| Foto bersama sebelum kelulusan |
| Foto bersama saat Rihlah @Gontor putra |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar