Jumat, 13 Desember 2013

Sesal tiada arti

Aku yang terduduk lesu
Memandang hamparan yang rancu
Mulut ini kian membisu
Meratapi nasib yang buntu

Aral yang tak kunjung pupus
Asa yang tak kunjung Nampak
Terbuai oleh alang-alang liar
Terhapus oleh kekejaman zaman

Mimpi..
Mimpi yang kurindukan
Tak jua menghampiriku
Tak jua menyapa keterpurukanku

Impianku..
Tak begitu cemerlang
Tak seindah pelangi
Tak seharum kasturi

Namun..
Sesal ini tiada arti
Aku harus bangkit
Bangkit dari keterpurukan yang amat dalam
Tuk menyambut impian
Menuju insan yang gemilang

Nb : puisi ini ditulis sebagai salah satu syarat ujian Bahasa Indonesia semasa kelas 3 SMA.. dan Alhamdulillah pernah dicantumn di koran daerah Banten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar