Aku
yang terduduk lesu
Memandang
hamparan yang rancu
Mulut
ini kian membisu
Meratapi
nasib yang buntu
Aral
yang tak kunjung pupus
Asa
yang tak kunjung Nampak
Terbuai
oleh alang-alang liar
Terhapus
oleh kekejaman zaman
Mimpi..
Mimpi
yang kurindukan
Tak jua
menghampiriku
Tak
jua menyapa keterpurukanku
Impianku..
Tak
begitu cemerlang
Tak
seindah pelangi
Tak
seharum kasturi
Namun..
Sesal
ini tiada arti
Aku
harus bangkit
Bangkit
dari keterpurukan yang amat dalam
Tuk
menyambut impian
Menuju
insan yang gemilang
Nb : puisi ini ditulis sebagai salah satu syarat ujian Bahasa Indonesia semasa kelas 3 SMA.. dan Alhamdulillah pernah dicantumn di koran daerah Banten.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar