Kamis, 29 Januari 2015

Tugas Evaporasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1         Evaporasi
Perpindahan kalor ke zat cair mendidih yang biasanya ditangani sebagai suatu operasi tersendiri disebut evaporasi atau penguapan. Dalam perubahan fase ini diperlukan panas. Tujuan evaporasi ialah untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsetrasinya lebih besar.
Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi berbeda pula dari destilasi, karena disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun uap itu merupakan campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisah-misahkannya menjadi fraksi-fraksi. Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini adalah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal.
Panas yang diperlukan untuk penguapan diberikan dengan menggunakan uap jenuh yang diperoleh dari ketel uap. Uap jenuh mengembun mengeluarkan panas pengembunan. Panas pengembunan inilah yang digunakan untuk memanaskan dan menguapkan air.
2.2     Faktor-faktor Evaporasi
Sifat fisik dan sifat kimia dari suatu solute yang akan dipekatkan dan uap yang akan dipindahkan memiliki efek yang besar pada tipe evaporator yang akan digunakan dan juga pada tekanan dan temperatur proses. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses evaporator adalah :
2.2.1    Konsentrasi
Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air, tetapi jika konsentrasinya meningkat larutan itu akan semakin bersifat individual. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan  dengan kandungan zat padatnya hingga larutan itu menjadi jenuh atau jika tidak, menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. Jika zat cair jenuh di didihkan terus, maka akan terjadi pembentukan kristal dan kristal-kristal ini harus dipisahkan karena dapat menyebabkan evaporator tersumbat. Titik didih larutan dapat meningkat dengan sangat bila kandungan zat padatnya bertambah, sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama.
2.2.2        Pembentukan Busa
Beberapa bahan tertentu seperti zat-zat organik, membusa pada waktu diuapkan. Busa yang stabil akan ikut keluar evaporator bersama uap, dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa. Dalam hal-hal yang ekstrim, keseluruhan massa zat cair itu mungkin meluap kedalam saluran uap dan terbuang.
2.2.3        Kepekaan Terhadap Suhu
Beberapa bahan kimia berharga; bahan kimia farmasi, dan bahan makanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat. Dalam mengkonsentrasikan bahan-bahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan.
2.2.4        Bahan Konstruksi
Evaporator dibuat dari baja akan tetapi banyak larutan yang dapat merusak bahan (baja) dan membuat bahan tersebut menjadi korosif. Karena itu digunakan bahan konstruksi khusus seperti tembaga, nikel, baja tahan karat, alumunium, grafit tak tembus, dan timbal. Banyak karakteristik zat cair juga mendapatkan perhatian dari perancangan evaporator antara lain: kalor spesifik, titik beku, kalor konsentrasi, pembebasan gas pada waktu mendidih, sifat racun, bahan ledak, radio aktivitas, dan persyaratan operasi.
2.2.5        Kerak
Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan akhirnya menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhirnya proses evaporator terpaksa dihentikan untuk membersihkan kerak tersebut dan jika kerak itu keras dan tidak dapat larut, maka pembersihan itu tidak mudah untuk dilakukan dan memakan biaya.
2.3         Klasifikasi  Evaporator
Jenis-jenis evaporator  tabung dengan pemasukan uap yang banyak dipakai dewasa ini adalah :
2.3.1    Evaporator satu-lintas dan evaporator sirkulasi.
Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Dalam operasi satu lintas, cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja, uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lewatan) saja. Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu terbatas jadi, evaporator ini cocok untuk evaporasi efek ganda, dimana pemekatan total terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator film-aduk (agitated-film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja, tetapi evaporator film-jatuh (falling-film evaporator)d an evaporator film-panjat (climbing-film evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator, cairan pekat itu hanya sebentar saja berada pada suhu didihnya, dan dapat didinginkan  dengan cepat begitu  keluar dari evaporator.
Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair didalam alat itu. Umpan masuk bercampur dengan zat cair didalam kolam, dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam, sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan.
2.3.2        Evaporator tabung-panjang dengan aliran naik
Evaporator vertikal tabung-panjang dengan aliran zat cair keatas memiliki bagian-bagian utama yaitu:
1.      Sebuah penukar kalor jenis  tabung dengan uap dalam selongsong dan zat cair yang akan dipekatkan dalam tabung.
2.      Sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapor space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap.
3.      Bila alat di operasikan sebagai alat sirkulasi sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar kalor. Alat  itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk uap, cairan pekat, kondensat uap dan gas mampu kondensasi yang terkandung dalam uap.
Evaporator vertikal tabung-panjang sangat efektif untuk memekatkan zat cair yang memiliki kecendrungan membentuk busa. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat dibagian kepala uap.
2.3.3        Evaporator film-jatuh (falling film)
Pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas mengharuskan waktu kontak yang sangat singkat sekali dengan permukaan panas. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan evaporator film jatuh sekali lintas, dimana zat cair masukdari atas, lalu mengalir kebawah didalam tabung panas itu dalam bentuk film, kemudian keluar dari bawah. Tabung-tabungnya biasanya agak besar.
Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair, dan keluar dari bagian bawah unit itu. Evaporator ini bentuknya menyerupai suatu penukar kalor jenis tabung yang panjang , vertikal, dan dilengkapi dengan separator zat cair uap dibawah dan distributor (penyebar) zat cair diatas evaporator film-jatuh, tanpa sirkulasi. Waktu menetap yang sangat singkat dapat menangani produk-produk peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. Alat ini cocok sekali untuk memekatkan zat cair viskos. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar