Sabtu, 03 Mei 2014

Ayah...


Malam ini, ayah memberiku catatan lusuh berwarna merah miliknya. catatan yang berdebu dan juga usang. catatan yang berisi curahan hati seorang laki-laki yang beranjak dewasa. puisi-puisi, ungkapan hati, seruan dan juga luapan emosi benar-benar tertuang apik dalam lembar demi lembar catatan usang milik ayah. tak terbayangkan dulu, saat ayah menulisnya, catatan ini akan berpindah tangan ke tangan mungil sang anak. untuk membayangkannya saja, ayah masih belum sanggup karena bahkan seorang terkasih pun belum ada disisinya saat itu. seorang terkasih yang datang padanya dan membuatnya ingin menjadi imam sang kekasih, yah, ibu adalah cinta pertama dan terakhir ayah.

Lembar pertama berhasil membuat bibir ini tersungging, melihat foto-foto masa kecil ayah yang sangat jauh berbeda dengan sekarang. foto abu-abu usang yang masih menempel di lembar pertama, yang menjadi saksi pertumbuhan ayah dari kecil sampai saat ini. Tertulis, "Kronologis aneka wajahkoe dari masa ke masa".

Lembar kedua, diisi dengan titisan pena penulis. ah.. tulisannya kala itu, persis dengan tulisan kakakku saat ini. Like father, Like son. Lembar ketiga, hanya berisi satu kalimat yang sangat berarti, " Kalau tak ada Bulan dan Bintang, sedikit Senyum pun kan Berarti". dan lagi, aku tersenyum dibuatnya. Benar kata ayah, berusahalah tetap tersenyum apapun keadaanya. karena dengan tersenyum, energi positif telah terpancar untuk kebaikan. 
Lembar demi lembar, aku baca sekilas, karena banyaknya isi tulisan dalam lembar selanjutnya.. lembar yang berisi puisi-puisi ciptaan ayah dulu, dan juga catatan harian masa remajanya. ternyata, ayah puitis juga.. haha.. ini salah satu coretan ayah masa lalu yang menarik aku baca.. 
selain puisi dan kata-kata, ada juga foto-foto ayah dulu. ga nyangka, ternyata ayah narsis juga dulu, kenapa sekarangnya engga yah.. hehehe.. ^^
 Diantara Para santri, saya yang paling ngoboy..
tapi diantara para koboy, saya yang paling nyantri.. #good

foto ini diambil tahun '79an. waktu ayah masih hobi traveling sendirian..
tiket masuk candi pun masih ada nih.. tahun '79an
uang 100 rupiah masih bisa buat masuk borobudur, sekarang berapa ya tiketnya..?

foto bareng temen-temennya di teknik Untirta
dan sekarang, anaknya juga di Teknik Untirta.. kyaa

oiya, ada juga foto keluarga kecil ayah. kenapa keluarga kecil..? karena ayah anak satu-satunya.. anak kesayangan.. dari foto ini, aku bisa lihat foto alm.kakek. dari sebelum ayah menikah dengan ibu, kakek udah meninggal karena katanya sakit paru-paru. jadi aku belum pernah ketemu langsung dan merasakan pelukan dari kakek (dari ayah). #tears
well.. it's okay..
foto lusuh nan terkenang. 
ayah lucu bangett kecilnya.. kurusss (mianh.. hehe)

sisanya masih banyak yang belum dibaca, lain waktu, pasti aku baca.. 
ingin rasanya memberikan diary-diary aku ke anakku kelak, dan melihat reaksinya nanti saat membacanya.. Insya Allah.. amiin..
aku sayang ayah... :-*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar